|
Training of
the Heart
8 Etos Kerja
FAKTA BERBICARA ...

Sumber: Tempo, 16 April 2006
SEMENTARA ITU
...
-
Sesungguhnya lowongan kerja yang
tersedia banyak sekali, namun hanya sedikit yang mampu mengisinya.
-
Setiap hari puluhan ribu pelamar
kerja harus kecewa karena lamarannya ditolak.
-
Ironisnya, banyak perusahaan merasa
kesulitan mencari tenaga kerja yang profesional dan berkualitas
tinggi.
-
Karyawan yang sudah bekerja pun
banyak yang merasa terjebak dalam posisi yang tidak tepat [the
wrong person in the wrong place].
-
Sebagian lagi merasa bahwa karirnya
mandeg, gajinya kurang, kesejahteraan minim, dan masa depan tidak
jelas.
-
Padahal, pekerjaan level tinggi [manajerial
& eksekutif] yang bergaji besar banyak sekali yang belum terisi.
-
Jadi, inilah sebuah kenyataan:
dunia kerja senantiasa menuntut SDM yang beretos kerja tinggi,
sementara di pihak lain karyawan lupa/malas untuk meningkatkan
kualitas dan kompetensi dirinya.
-
Bahkan, berkembang pula budaya
kerja buruk yang mengkhawatirkan kita semua, seperti:
o Suka mengeluh, banyak menuntut, egoisme tinggi.
o Kerja seenaknya, gemar kambing hitam, senang manipulasi.
o Kerja serba tanggung, suka menunda-nunda, disiplin kerja rendah.
o Malas, kurang inisiatif, daya juang rendah.
o Tidak fokus, sinis dan apatis, minim gairah kerja.
o Terjebak rutinitas, alergi terhadap pembaruan, miskin
kreativitas.
o Standar mutu rendah, cepat puas dengan hasil seadanya, ketekunan
minim.
o Jiwa melayani rendah, merasa diri sudah hebat, bersikap arogan.
SOLUSINYA: 8
ETOS KERJA
Studi manajemen menunjukkan bahwa korporasi kelas dunia ditandai
dengan SDM berkualitas tinggi dengan etos kerja unggulan sebagai
berikut:
-
Mampu bekerja tulus penuh rasa
syukur.
-
Komit bekerja benar penuh
tanggungjawab.
-
Terbiasa bekerja tuntas penuh
integritas.
-
Suka bekerja keras penuh semangat.
-
Dapat bekerja serius penuh
kecintaan.
-
Sanggup bekerja cerdas penuh
kreativitas.
-
Senantiasa bekerja unggul penuh
ketekunan.
-
Selalu bekerja paripurna penuh
kerendahan hati.
SASARAN PELATIHAN
-
Mendalami makna luhur
pekerjaan; tidak sekadar mencari nafkah saja
-
Membangun motivasi kerja yang
lebih mulia; tidak sekadar demi uang dan jabatan saja
-
Meningkatkan kecintaan pada
profesi; tidak sekadar menjadi batu loncatan saja
-
Memperkuat the culture of
excellence dalam berkarya; tidak sekadar meraih target saja
-
Membentuk budaya kerja unggul;
tidak sekadar demi produktivitas saja
MATERI
PELATIHAN
Pelatihan dalam rangka pengembangan SDM pada dasarnya dilakukan
melalui tiga orientasi, yaitu:
-
Training of the head [paradigm,
knowledge, understanding, concept, mindset, worldview, theory,
principle]
-
Training of the hand [skills,
competence, action]
-
Training of the heart [emotion,
motivation, enthusiasm, spirit, attitude, desire]
Pelatihan 8 Etos Kerja dilaksanakan
secara berimbang antara ketiga orientasi tersebut. Konsep dan
pendekatan ini dikembangkan oleh Mr Ethos, Jansen Sinamo, Guru Etos
Indonesia, yang di ujungnya memperkuat karakter, kompetensi,
konfidensi, dan kinerja tinggi.
1. Kerja adalah Rahmat; Aku Bekerja Tulus Penuh Rasa Syukur
2. Kerja adalah Amanah; Aku Bekerja Benar Penuh Tanggungjawab
3. Kerja adalah Panggilan; Aku Bekerja Tuntas Penuh Integritas
4. Kerja adalah Aktualisasi; Aku Bekerja Keras Penuh Semangat
5. Kerja adalah Ibadah; Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan
6. Kerja adalah Seni; Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas
7. Kerja adalah Kehormatan; Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan
8. Kerja adalah Pelayanan; Aku Bekerja Paripurna Penuh
Kerendahanhati
______________________________________
|
|