|
Guru Etos Indonesia
Mr. Ethos Jansen H. Sinamo
Lelaki kelahiran Sidikalang, Sumatera
Utara, 47 tahun yang lalu ini, boleh jadi kini lebih dikenal sebagai
'Mr Ethos’ atau ‘Bapak Etos’, daripada sebagai grand master training
pemegang lisensi pelatihan internasional. Bahkan, tidak sedikit yang menyebutnya ‘Guru Etos Indonesia’. Layakkah gelar besar ini
disandangnya?
Entahlah, sejarahlah yang akan menjawabnya. Yang jelas, dialah
penggagas, pencipta, pengembang, sekaligus pengemban ‘pelatihan
sumberdaya manusia berbasis etos’ yang pertama di Indonesia. Bersama
Andrias Harefa, pada 1998 ia juga mendirikan Institut Darma
Mahardika, lembaga pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia dan
organisasi berdasarkan etos kerja profesional.
Kini ribuan orang dari berbagai organisasi dan badan usaha telah
menerima pelatihannya dan mendengar uraiannya tentang Delapan Etos
sebagai navigator menuju kesuksesan hidup. Sebagian di antaranya
adalah Astra, Bank Artos, Bank BCA, Bank Ganesha, Amro Bank, Bank
Indonesia, Bank NISP, Bumiputera, Caltex, Charoen Pokphand, Gajah
Tunggal, Indomobil, Kalbe Farma, Kompas Gramedia Group, Konimex, LG
Electronics, Mandom, Metropolitan Group, Pamapersada, SOGO, United
Tractors, dan WOM Finance. Tidak ketinggalan adalah kelompok usaha
milik negara, seperti Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, Jasamarga,
Jiwasraya, PTPN, dan Telkom, serta perguruan tinggi negeri seperti
ITB.
Ketertarikan Jansen Sinamo pada ‘etos’ sebenarnya mulai berkecambah
sejak 1979, ketika ia mengikuti kuliah etika di almamaternya,
Institut Teknologi Bandung. Di sela-sela kuliah ia selalu meluangkan
waktu untuk menekuni pemikiran para filsuf, teolog, dan sosiolog.
Seorang pemikir besar yang memikat hatinya ialah Max Weber, sang
penggagas etos kerja yang berhasil. Setelah meraih gelar sarjana di
bidang fisika, ia sempat bekerja sebagai seismic engineer pada
industri perminyakan dan terlibat dalam beberapa LSM yang bergerak
di bidang advokasi lingkungan dan pengentasan kemiskinan. Namun,
minatnya mendalami ‘etos’ dan panggilan sebagai guru ternyata lebih
kuat mendesak.
Kemudian ia bergabung dengan Dale Carnegie Training, dan sesudah
sepuluh tahun menjadi instruktur di lembaga ini, semakin kokohlah
keyakinannya pada pentingnya etos kerja sebagai fondasi dan
navigator keberhasilan yang koheren, komprehensif, holistik. Pada
tahun 1998 ia memulai debutnya sebagai guru etos di negeri ini.
Pada 1988 ia menikahi Tri Handayani, yang kini telah memberinya dua
putra, Imanda Priskila Sinamo dan Marco Antonio Carnegie Sinamo.
Bersama mereka dan berkat mereka pula gagasan etos ini bertumbuh
semakin matang.
Kini selain bergiat di Institut Darma Mahardika, Jansen Sinamo
menulis banyak artikel dan sejumlah buku serta menjadi pembicara
publik dan narasumber pada Radio SmartFM dan beberapa stasiun TV. Di
waktu luangnya ia juga mengurus sejumlah yayasasan dan organisasi
kemasyarakatan.
|
|