8Ethos@Habitus,
Catatan Pribadi Jansen H. Sinamo

[09/06/2008] - Cahaya tampak, bila dibiaskan lewat prisma menjadi pelangi, adalah sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik, pada dasarnya adalah energi radiasi yang memungkinkan kehidupan di Bumi ada dan terus berlangsung.
Sama seperti energi pelangi, yang adalah energi radiasi elektromagnetik, demikianlah 8 Ethos@Habitus adalah seberkas energi hati, semangat, spirit, atau motivasi kerja yang memungkinkan
keberhasilan profesional dicapai baik di tingkat pribadi, organisasi, dan sosial.

Download klik sini
________________________________________

Artikel Tamu:
Becoming Self-Conscious: Exploring Habitus

Oleh
DEBORAH TRANTER - UNIVERSITY OF SOUTH AUSTRALIA

[09/06/08] - Bourdieu’s theory of reproduction in education and his concepts of field, capital and habitus offer a useful way of thinking about the ways in which the environments in which people are raised, their conditions of cultural and material existence, shape their attitudes, their means of interpreting the world, and their capacities to engage with the academic curriculum.

________________________________________

Artikel
Ma
nusia, Kota, dan Etos Pembangunan
Oleh
JANSEN H. SINAMO[03 Desember 2007]

[03/12/07] - Meskipun Hom
o sapiens sudah jadi spesies unggul sejak 40.000 tahun yang silam tetapi kota sebagai bentuk organisasi sosial baru muncul kurang dari 10.000 dan pengumptahun yang lalu. Sebelum itu, manusia hidup sebagai kelompok-kelompok nomaden yang terus bergerak sebagai pemburuul hasil-hasil alam untuk makanan mereka. Kelompok-kelompok itu belum memiliki pemukiman karena mereka belum sanggup melumbungkan surplus makanan secara memadai. Hidup mereka sangat marjinal: bertahan hari lepas hari melulu oleh kemurahan alam.
________________________________________

Artikel
Aktualisasi
Hawking
Oleh
JANSEN H. SINAMO [02 Agustus 2007]

[02/08/07] - Anda kenal Stephen Hawking? Anda yang memang akrab dengan fisika kuantum pasti tak asing dengan manusia super genius ini. Bagi Anda yang awam kuantum, umumnya mengenalnya sebagai fisikawan modern yang lumpuh dengan otak yang cemerlang. Tetapi seperti kata Thomas A. Edison, bahwa jenius itu satu persen bakat dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras, seperti itu pula yang dilakukan Hawking.
________________________________________

Artikel
Pemetik
Teh
Oleh
JANSEN H. SINAMO

[25/06/08] - Hamparan hijau perdu-perdu teh itu telah menunggu para wanita pemetiknya. Perkebunan teh ini biasanya terletak di dataran tinggi, di pinggang gunung dengan ketinggian antara 800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Curah hujan relatif tinggi dengan rata-rata suhu berkisar 18-23 derajat Celcius. Apa arti semua data topografi ini? Data-data itu menunjukkan bahwa perkebunan teh itu selalu di dataran yang terjal, dingin dan kaya akan kabut tebal.
________________________________________

ARTIKEL SEBELUMNYA:
- 7 Mentalitas Profesional
- Sebatang
Bambu
- Damon
dan Phytias
- Gelar No, Ilmu Yes
- Narko-D
uit
- 7 Rasa Takut


Rubrik Buku
Parakitri
dan Kho Ping Hoo
Oleh
JANSEN H. SINAMO

[24/05/07] - Menurut Ali Sadikin buku Cucu Wisnusarman kumpulan kolom Parakitri T Simbolon memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mengangkat dan menggambarkan secara baik realitas dan problem sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Cucu Wisnusarman juga menjelaskan sebab-musababnya, yaitu kultur dan perilaku budaya yang masih didominasi oleh feodalisme, tingkat kesadaran masyarakat yang relatif masih rendah, dan struktur sosial-politik dan ekonomi yang tidak demokratis dan tidak adil.
________________________

Rubrik Bentara
Berkenan
Pada Tuhan dan Berkenan Pada Dunia
Oleh
JANSEN H. SINAMO

[04/05/0
7] - Di tahun 2005 ini, selain memperingati satu abad The Special Theory of Relativity Albert Einsten, dunia juga seyogianya perlu merayakan satu abad karya agung lainnya yang terus menjadi inspirasi dan wacana dunia hingga hari ini: The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism Max Weber.
________________________

Opini
Indonesia
Unggul, Mungkinkah?
Oleh
JANSEN H. SINAMO

[18/04/07] - uara Presiden Yudhoyono menyambut peluncuran buku Stephen Covey, The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness, Rabu (30/11) di Jakarta, menggedor kesadaran kita. Untuk keluar dari pusaran arus turbulensi nasional, menapaki tegalan berbatu-batu, lalu mendaki bukit keberhasilan nasional dimana Indonesia bakal bisa setaraf dengan Cina, Malaysia, India, atau Korea Selatan, maka bangsa kita harus menumbuhkan sebuah kultur baru: a culture of excellence di semua bidang kehidupan bangsa baik di panggung negara, pentas ekonomi, maupun arena civil society.
________________________

Rubrik Pustakaloka
The
8 Habit dan 8 Etos: Merambah Jalan Baru Menuju Keunggulan
Oleh
JANSEN H. SINAMO

22/03/07] - Stephen Covey mengejutkan saya. Buku The 8th Habit menampilkan suara sebagai inti keagungan. Ini konsep kuno warisan Martin Luther dari abad ke-16, yang mengajarkan pekerjaan sebagai panggilan (Beruf). Orang harus bertekun dalam panggilan itu sebab demikianlah kehendak Tuhan.
________________________

ARTIKEL KOMPAS SEBELUMNYA:
- Rubrik Bentara: Hidup yang Erotik
- Dari Fisika ke Mana-mana
- Rubrik Bahasa: Mari Bernazar
- Pustakaloka: Kecerdasan Pamungkas dan Kecerdasan Paripurna



Tokoh Etos


AJIP ROSIDI
Sosok Sastrawan & Budayawan Paripurna


[04/10/07] - Sosok Ajip Rosidi di mata rekan-rekannya sesama pencinta sastra dan kebudayaan merupakan sosok yang lengkap, paripurna. Selain dikenal sebagai sastrawan Sunda, Ajip juga dikenal sebagai sosok yang memperkaya sastra Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Sunda di dunia internasional. Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage itu juga dinilai sebagai sosok yang bisa melepaskan diri dari kecenderungan polarisasi dalam banyak hal. Salah satunya, polarisasi antara kebudayaan modern dan kebudayaan tradisional.

Pulang dari Jepang, setelah tinggal di sana selama 22 tahun, Ajip Rosidi merasa gamang. Kegamangan itu dipicu oleh kekhawatiran adanya “pengultusan” terhadap dirinya.

Juga kegamangan akan nasib budaya tradisional yang terus terlindas oleh budaya global. “Saya merasa ngeri karena saya mendapat kesan bahwa saya hendak dikultuskan sehingga timbul pikiran menciptakan Ajip-Ajip baru. Saya ngeri karena saya khawatir hal itu menimbulkan rasa takabur,” katanya.